Minggu, 07 Juli 2019

Inilah 6 Syarat Mencari Ilmu yang Perlu Diketahui


Inilah 6 Syarat Mencari Ilmu yang Perlu Diketahui


Inilah 6 Syarat Mencari Ilmu yang Perlu Diketahui
Inilah 6 Syarat Mencari Ilmu yang Perlu Diketahui
toko kitab kuning di kalibata, toko kitab kuning di karawang, toko kitab kuning di kediri, toko kitab kuning di kwitang, toko kitab kuning di makassar, toko kitab kuning di malang, toko kitab kuning di medan, toko kitab kuning di palembang, toko kitab kuning di pasar minggu, toko kitab kuning di pekanbaru,

Ilmu adalah cahaya yang ada di hati manusia yang bisa membawa manusia ke jalan yang baik dan lurus. Ilmu adalah anugerah Allah Swt yang agung dan sangat berharga sehingga manusia dapat mengetahui tanda-tanda kebesaran-Nya. Allah Swt telah berfirman dalam al-Qur’an:
“Apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang-orang yang tak berilmu?” (QS. Az-Zumar:9)

Cahaya tidak dapat menembus tirai atau pun kaca yang keruh, tetapi hanya bisa mencapai tempat tanpa tirai atau dapat pula menembus kaca yang bening dan bersih. Demikian pula permisalan hati manusia, hati yang selalu taat kepada Allah Swt akan selalu bersih dan suci.
Sedangkan barang siapa yang berbuat maksiat itu akan membuat hatinya menjadi keruh dan gelap sehingga ilmu tidak bisa masuk ke dalam hatinya atau ilmu menjadi tidak bermanfaat baginya bahkan membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Contoh kecil adalah nuklir yang amat berguna bagi manusia bila digunakan untuk industri dan akan sangat berbahaya dan mematikan bila digunakan untuk racun atau senjata pemusnah.

Allah Swt telah menyuruh manusia untuk selalu berusaha dalam hidupnya dalam segala hal, salah satunya adalah mencari ilmu. Allah Swt tidak menyukai orang yang hanya berpangku tangan menunggu rahmat dari langit. Sesungguhnya Allah Swt melihat apa yang telah diusahakan manusia. Allah Swt lebih menyukai usaha manusia dari pada hasil yang telah dicapainya. Dalam hal ini, mencari ilmu membutuhkan banyak syarat dan modal, selain itu juga ada banyak tantangan dan masalah.


Sesungguhnya Allah Swt akan menguji hamba-Nya yang ia sayangi. Dalam sebuah ungkapan Arab menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang harus dipenuhi untuk menuntut ilmu:
“Wahai saudaraku, kamu tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam perkara: kecerdasan, ketamakan terhadap ilmu, kesungguhan, biaya, bergaul dengan guru, dan waktu yang panjang.”

Enam hal tersebut selalu berhubungan satu dengan lainnya, karena semuanya merupakan satu kesatuan menuju kesuksesan. Kecerdasan mungkin berbeda satu sama lain, tetapi ada syarat yang kedua yaitu kesungguhan, barang siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil pula, bahkan ada yang mengatakan orang yang berhasil bukanlah orang yang cerdas tapi ia adalah orang yang mau bekerja keras.

Tamak kepada ilmu menjadikan seseorang selalu merasa kurang dan masih bodoh sehingga ia terus mencari, menggali dan mengeksploitasi ilmu sebanyak-banyaknya kemudian mengamalkannya untuk kemaslahatan manusia. Demikian pula dengan biasa yang merupakan syarat vital, walaupun ini bukan satu-satunya cara, tetapi setidaknya dengan biaya mencari ilmu itu akan menjadi lebih mudah serta lebih tepat waktu dan tenaga dan lain sebagainya.

Dua syarat yang terakhir yaitu berkomunikasi atau gaul dengan guru secara baik tentunya, hal ini dipandang amat penting dalam ajaran Islam karena guru yang tidak ridha atas ilmu muridnya maka ilmu itu tidak akan bermanfaat baginya; baik di dunia maupun di akhirat. Bahkan bisa jadi malah membawa celaka baginya. Syarat terakhir adalah waktu yang lama. Menuntut ilmu bukanlah sesuatu yang instan dan langsung jadi, langsung bisa dan sebagainya.

Demikianlah Allah akan melihat usaha dan kesungguhan manusia yang menuntut ilmu, syarat itu adalah ujian bagi mereka. Barang siapa yang berhasil tentunya akan mendapat kemuliaan dan keberkahan dunia akhirat, dan barang siapa yang gagal maka itulah balasan bagi mereka. Barang siapa yang menginginkan dunia maka hendaklah dengan ilmu, barang siapa yang menginginkan akhirat maka hendaklah dengan ilmu dan barang siapa yang menginginkan dunia dan akhirat maka hendaklah dengan ilmu.